Ribuan Rumah di Kutai Kartanegara Terendam Banjir

Bambang Ir, Jurnalis
Minggu 25 Maret 2018 12:22 WIB
Ribuan rumah di Kutai Kartanegara terendam banjir (Foto: Ist)
Share :

KUTAI KARTANEGARA – Banjir merendam ribuan rumah di tiga kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara yakni Kota Bangun, Tenggarong dan Loa Kulu. Musibah banjir ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi dalam tiga hari terakhir ini.

Sejak Sabtu kemarin, ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi karena air masuk hingga ke dalam rumah, sejumlah ruas jalan dan gang juga tak bisa dilintasi kendaraan bermotor karena terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 0,5 - 1,5 meter.

Plt Bupati Edi Damansyah bersama Kapolres Kukar, AKBP Anwar Haidar didampingi pejabat terkait lainnya, turun langsung untuk melakukan pantauan banjir.

Pihak Polres Kukar menyiapkan ratusan personil membantu para korban banjir, untuk memindahkan barang-barang warga yang terendam air dan membantu mengevakuasi korban usia lanjut maupun balita untuk dibawa ke tempat yang lebih aman.

Di kecamatan Tenggarong, banjir terparah terjadi di Kelurahan Loa Ipuh yang dilintasi sungai Tenggarong. Berdasarkan data di Posko Penanggulangan Banjir, terdapat 14 RT di wilayah Kelurahan Loa Ipuh Kecamatan Tenggarong yang terdampak banjir sebanyak 563 rumah yang ditempati 950 KK, sedangkan di Kelurahan Maluhu banjir merendam empat RT.

Pihak Muspika Tenggarong telah membantu membuat posko untuk mendata dan memberikan penampungan sementara bagi para korban banjir dan menerima bantuan dari pihak-pihak yg ingin memberikan bantuan serta melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas Loa Ipuh agar dapat membantu terkait masalah kesehatan warga.

Sampai saat ini kondisi air masih bertahan dan kondisi warga yang terendam banjir sebagian masih bertahan di rumah masing-masing untuk mengamankan barang perlengkapan rumah tangga dan sebagian lagi ada yang mengungsi di posko banjir.

Di Kecamatan Kota Bangun, banjir juga merendam ratusan rumah di Desa Sarinadi. Banjir juga merendam fasilitas umum seperti sekolah TK, SDN, SMP, Masjid, Musala dan Gereja, sedangkan lahan sawah yang tergenang air sekitar 167 hektare.

Banjir terjadi akibat luapan sungai Semilis Desa Sarinadi karena curah hujan tinggi dan banjir kiriman dari Desa Benua Baru sehingga mengakibatkan tergenangnya jalan raya dan rumah warga dengan ketinggian air kurang lebih 1,5 meter.

Pihak Muspika Kota Bangun juga telah membantu membuat posko untuk mendata dan memberikan penampungan sementara bagi para korban banjir dan menerima bantuan dari pihak-pihak yang ingin memberikan bantuan serta melakukan koordinasi dengan pihak Desa Sarinadi dan Puskesmas Rimba Ayu agar dapat membantu terkait masalah kesehatan warga.

Sampai saat ini kondisi air masih bertahan dan kondisi warga yang terendam banjir sebagian masih bertahan di rumah masing-masing untuk mengamankan barang perlengkapan rumah tangga mereka dan sebagian lagi ada yang mengungsi di posko banjir.

Sedangkan di Kecamatan Loa Kulu banjir terjadi di Dusun Sentuk Desa Sungai Payang. Banjir disebabkan meluapnya Sungai Jembayan dengan ketinggian rata-rata dua meter. Banjir menggenangi rumah warga di enam RT.

Ketua RT 02 Dusun Sentuk, Suriansyah mengatakan banjir tersebut disebabkan curah hujan yang deras mulai Rabu lalu sekitar pukul 19.00 Wita, kemudian air meluap dengan arus yang derasa ke perumahan warga. Banjir seperti ini terjadi setiap tahun namun kali ini banjir yang paling besar dibandingkan dengan banjir tahun sebelumnya.

“Ketinggian air di RT 01 antara satu sampai tiga meter. Jumlah kepala keluarga yang terkena bencana banjir lebih 24 KK. Mereka sebagian ada yang bertahan di rumah masing-masing dan ada juga yang sudah mengungsi di tempat yang lebih aman.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya