Amukan Gunung Fuego dan Kisah Pilu Desa yang Terhapus dari Peta

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Jum'at 08 Juni 2018 08:34 WIB
Korban letusan Gunung Fuego. (Foto: BBC Indonesia)
Share :

BORIS Rodriguez kehilangan orang-orang yang sangat dicintainya hanya dalam waktu semalam saat gunung berapi Fuego di Guatemala meletus. Istri Rodriguez, kedua orang tuanya, saudara laki-lakinya dan saudara iparnya serta anak-anak mereka meninggal ketika gunung itu memuntahkan lahar dan mengakibatkan awan panas.

"Saya melihat jasad bocah-bocah," ujarnya lirih di antara isak tangis. "Mereka berkerumunan di atas tempat tidur, seperti berusaha bersembunyi dari malapetaka itu," lanjutnya.

Apa yang dialami Rodriguez, pria berusia 25 tahun, sangat memilukan. Tetapi Rodriguez tidaklah sendirian. Sebagian besar tetangganya di desa El Rodeo juga mengalami kisah memilukan. Desa itu nyaris seluruhnya terhapus dari peta. Rodriguez selamat dari malapetaka itu hanya karena dia bekerja di bawah gunung, di kota Escuintla, pada perusahaan transportasi.

"Setelah letusan mereda saya berhasil menyeberangi perkebunan kopi di lereng bukit dan menemukan rumah kami sepenuhnya terkubur," ungkapnya.

Di luar wilayah yang dijaga ketat aparat keamanan di El Rodeo, mobil-mobil terlempar seperti mainan yang dibuang. Sungai berwarna kelabu dan tumpukan abu mencapai ketinggian pinggang orang dewasa di banyak wilayah, dan sebagian tanah masih terasa panas.

"Yang paling sulit di sini adalah mencoba menyelamatkan orang-orang di sejumlah bangunan, karena benda-benda di sekitarnya masih membara dan beberapa wilayah masih terbakar," kata Kapten Carlos Valenzuela, koordinator tim SAR.

(Baca juga: Upaya Petugas Evakuasi Bintang Peliharaan Warga dari Erupsi Gunung Fuego)

Sejauh ini jumlah orang yang dinyatakan tewas mencapai 75 orang, tetapi otoritas terkait mengumumkan bahwa sekitar 200 orang masih dinyatakan hilang, sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa jumlah korban tewas akan terus meningkat.

"Kami tidak memiliki jumlah pasti berapa yang tewas, karena kami tahu ada seluruh keluarga yang hilang dan belum ada yang mengklaim di mana keberadaan mereka," kata Valenzuela.

Ada kemungkinan mereka berada di tempat penampungan yang berbeda dan belum dapat berkomunikasi satu sama lain, kata Valenzuela. "Kami belum mengklarifikasinya," tukasnya.

Pihak berwenang, yang mengkhawatirkan jatuhnya korban, secara ketat mengontrol jalan masuk ke desa, yang berarti tidak sedikit warga masih belum dapat kembali ke rumah masing-masing untuk menyelamatkan barang-barang mereka yang tersisa.

Bagi sebagian orang yang selamat, kebijakan tanggap darurat belum berjalan secara baik. "Tidak ada yang memberi tahu kami ke mana harus pergi, dan apa yang harus kami lakukan," kata Maria Turen. Dia tidak tahu di mana ibunya dan sangat mengkhawatirkan kondisi rumahnya yang kemungkinan besar telah luluh-lantak.

"Saya ingin melihat rumah saya, tetapi mereka tidak akan membiarkan saya menuju ke sana," katanya. "Saya tidak tahu apa-apa," keluhnya lagi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya