Peretas Curi Data Pribadi 1,5 Juta Pasien di Singapura

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Jum'at 20 Juli 2018 20:09 WIB
Singapura. (Foto: Shutterstock)
Share :

"Catatannya tidak diutak-utik, yaitu tidak ada catatan yang diubah atau dihapus. Tak ada catatan lain tentang pasien, seperti diagnosis, hasil tes atau catatan dokter, yang diutak-utik. Kami tidak menemukan bukti peretasan serupa di dalam sistem teknologi informasi layanan kesehatan publik lain," tulis pernyataan itu.

Negara kota kecil tersebut bangga akan stabilitas dan keamanan yang tercipta. Kendati demikian, pemerintah setempat sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan adanya serangan siber. Dikatakannya Singapura menjadi sasaran serangan peretas internasional tetapi sebagian besar serangan berhasil digagalkan.

Selama tahun-tahun terakhir, pihak berwenang meningkatkan langkah pencegahan, termasuk "air-gapping" atau menggunakan celah, di jaringan komputer milik kementerian-kementerian

Serangan siber terjadi tahun lalu dengan sasaran Kementerian Pertahanan, tetapi peretas hanya dapat mencuri informasi dasar mengenai wajib militer.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya