Ini Analisa dan Rekomendasi PVMBG Terkait Gempa Lombok

Oris Riswan, Jurnalis
Senin 13 Agustus 2018 17:37 WIB
PVMBG lakukan konferensi pers di Bandung (Foto: Oris/Okezone)
Share :

BANDUNG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengumumkan hasil penelitian yang dilakukan timnya terkait gempa yang terjadi di Lombok.

Total, ada tiga kali gempa dengan kekuatan cukup besar. Gempa pertama pada 29 Juli dengan kekuatan 6,4 SR, gempa kedua pada 5 Agustus berkekuatan 7 SR, dan ketiga pada 9 Agustus dengan kekuatan 6,2 SR.

Kepala PVMBG Kasbani mengatakan gempa berkekuatan 6,4 SR mengakibatkan kerusakan berat yang terkonsentrasi di Desa Obel-obel, Dusun Ketapang, dan Desa Sajang.

"Di ketiga lokasi tersebut ditemukan retakan-retakan tanah yang berarah barat-timur. Retakan ini menyebabkan kerusakan berat pada bangunan yang dilaluinya," kata Kasbani dalam konferensi pers di Kantor PVMBG, Kota Bandung, Senin (13/8/2018).

Untuk gempa berkekuatan 7,0 SR, kerusakan berat terkonsentrasi di Desa Selengan, Desa Kayangan, dan Desa Sambik. Menurutnya, daerah-daerah tersebut tersusun oleh kuarter berupa rombakan gunung api muda yang telah mengalami pelapukan dan endapan aluvial pantai. Karakteristik dari endapan kuarter ini cenderung memperbesar guncangan gempa bumi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya