JAKARTA – Pemerintah Australia mengundang para pemimpin muda Muslim Indonesia untuk mengikuti program pertukaran bergengsi di negeri Kanguru. Melalui program Program Pertukaran Muslim Australia-Indonesia ini, mereka diharapkan menikmati pengalaman bagaimana Islam dan agama lainnya dipraktikkan di Australia.
Para peserta akan melakukan perjalanan ke Australia pada 2019, mengunjungi Melbourne, Sydney dan Canberra untuk bertemu dengan para pemimpin agama dan masyarakat serta penduduk dari komunitas Asli Australia.
Mereka juga akan mengunjungi beberapa masjid paling mengesankan di Australia, seperti Masjid Carlton, mesjid cantik bergaya Turki Auburn Gallipoli dan Masjid Newport yang memiliki arsitektur inovatif. Para peserta akan dapat secara langsung merasakan keragaman budaya dan agama Australia.
"Di Australia, penduduk dari semua budaya dan agama dapat mengekspresikan keyakinan dan menjalankan agama mereka secara bebas," kata Kuasa Usaha Kedutaan Besar Australia Allaster Cox.
"Seperti Indonesia, Australia bangga dengan keragaman agama dan budaya yang hidup dan program ini akan berhasil membawa orang-orang muda dari kedua negara kita untuk lebih dekat."
Islam adalah agama kedua yang paling sering dipraktikkan di Australia setelah Kristen. Terdapat lebih dari 600.000 Muslim di Australia yang berasal dari berbagai latar belakang termasuk Timur Tengah, Asia Selatan, Eropa Timur dan Asia Tenggara.
Sebagai bagian dari program pertukaran, sekelompok pemimpin muda Muslim Australia juga akan melakukan program serupa di Indonesia pada 2019. Program Pertukaran Muslim ini adalah program Pemerintah Australia melalui Australia-Indonesia Institute.
Pendaftaran untuk program tahunan ini telah dibuka dan akan ditutup pada 15 Oktober 2018. Informasi lebih lanjut tentang program dan cara mendaftar tersedia di sini: https://bit.ly/aimep2019.
(Rahman Asmardika)