"Tersangka utama ini merupakan otak komplotan. Dia mencoba melawan petugas dengan senjata api. Sehingga terpaksa kita berikan tindakan tegas terukur yang menyebabkan tersangka meninggal dunia," imbuhnya.
Baca: Dalam 20 Tahun Terakhir, Ada 3 Penembakan Anti-Semitisme
Baca: Uji Senjata Penembak Gedung DPR, Peluru Tembus Kaca 6 Mili
Diungkapkan Ferdy, motif Hendra menembak korban karena adanya perlawanan dari pedagang malang itu saat ponselnya akan dirampas. Karena panik, si korban berteriak, lantas pelaku pun melepaskan tembakan hingga dua kali ke tubuhnya.
"Motifnya, tersangka akan melakukan perampasan handphone korban, karena dilihat korban sedang main-main handphone di pinggir jalan. Lalu dirampas handphonenya, korban melawan, sehingga tersangka menembaknya," ucap Ferdy.
Dari pengembangan penyelidikan, petugas lalu berturut-turut mengamankan 6 pelaku lainnya, yakni Saad (22), berperan menjual motor hasil kejahatan pelaku Hendra dan Mulyawan ke daerah Lebak, Banten. Dia harus dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri.
Pelaku selanjutnya bernama Atma (38), perannya pun sama, yakni menjual sepeda motor hasil kejahatan Hendra dan Mulyawan ke daerah Lebak, Banten. Polisi terpaksa melumpuhkannya karena berupaya melawan petugas.