"Kemudian kita masih melihat penegakan hukum, penegakan keadilan belum bisa dilaksanakan dengan baik kemudian juga kriminalisasi terhadap ulama belum ada penyelesaian," tuturnya.
(Baca Juga : Kemenko Polhukam Ingatkan Adanya Penunggang Aksi Reuni Alumni 212)
Slamet menambahkan, tidak diundangnya Jokowi juga karena tidak ingin mengganggu kekhidmatan reuni 212. Pasalnya, Kepala Negara memiliki protokoler dan pengamanan super ketat yang dinilai dapat mengganggu kekhusyukan selama berlangsungnya acara itu.
"Tidak bisa dipungkiri bahwa besok yang hadir masih banyak yang kecewa dengan kebijakan Pak Jokowi saat ini dan dikhawatirkan nanti memunculkan hal-hal yang tidak diinginkan yang membuat Pak Jokowi jadi tidak nyaman," tandasnya.
(Baca Juga : Kapitra Ampera Batalkan Aksi Tandingan Reuni Alumni 212 di Monas)
(Erha Aprili Ramadhoni)