Untuk diketahui, Sriyanto mendapat jamur tersebut dari Sukoharjo. Saat melintas di jalan dekat areal persawahan tak jauh dari RS Nirmala Suri, Bulakrejo, Sukoharjo, dia melihat jamur berwarna putih kecokelatan yang tumbuh di sekitar kotoran sapi dekat sawah.
Sriyanto mencabuti jamur itu hingga mendapatkan seplastik. Sriyanto lalu membawanya pulang. Sesampainya di rumah dia meminta istrinya, Harsini, 40, memasak jamur tersebut. Setelah matang, Sriyanto dan tiga anaknya memakannya. Sementara Harsini tidak ikut makan. Tak lama setelah itu Sriyanto dan anak-anaknya mual dan pusing, tetapi tak sampai muntah. Semakin lama mereka lemas hingga akhirnya keluarga membawa mereka ke rumah sakit.
Berdasarkan hasil uji laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), jamur kotoran sapi mengandung bahan aktif psilosina. Zat tersebut termasuk narkotika golongan I. Mengonsumsi jamur itu menimbulkan efek halusinasi berlebihan dan gelisah. Dalam kurun waktu tertentu dapat menimbulkan depresi berat.
(Angkasa Yudhistira)