RASIEI – Rasiei, ibu kota Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, kembali dilanda bencana air meluap pada sekira pukul 20.15 WIT, Sabtu 2 Februari 2019. Air menerjang sejumlah kawasan di sana. Berdasarkan informasi yang didapat Okezone, luapan air mengalir keluar dari beberapa dua sungai yang ada di Rasiei.
Rustam, salah satu warga Rasiei, mengatakan hujan deras yang mengguyur tempat tinggalnya terjadi sejak Sabtu sore hari. Derasnya hujan ini menyebabkan air sungai meluap dengan deras dan sempat menggenangi kota.
Ia menuturkan, kondisi tersebut hanya berlangsung sekira satu jam setelah hujan deras. Warga, menurut Rustam, sempat panik akibat mengira terjadi lagi banjir bandang seperti pada Oktober 2010.
"Tadi memang air ada meluap sedikit, kira-kira sekitar 10 sentimeter. Saat ini sudah aman-aman. Sempat ada panik masyarakat setempat karena trauma dengan kejadian banjir bandang beberapa tahun lalu yang menerjang Kabupaten Teluk Wondama," ucap Rustam saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu malam kemarin.
Terkait kejadian tersebut, lanjut Rustam, belum diketahui pasti jumlah kerusakan ataupun adanya korban. Sejak awal kejadian, pihak Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama bersama TNI dan Polri langsung turun ke lokasi kejadian untuk membantu warga.
"Tapi tadi sudah ada bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Pihak terkait seperti TNI dan Polri tadi turun juga," kata Rustam.
Meluapnya air sungai hingga menggenangi sebagian wilayah di Kabupaten Teluk Wondama ini terjadi akibat intensitas hujan yang sangat tinggi sejak Jumat sore. Air meluap dari sungai-sungai yang ada di dalam kota tersebut.
Ada dua kampung di dekat kota yang menderita luapan air sangat tinggi. Masing-masing di Kampung Rado dan Sanduai. Kondisi ini tidak berlangsung lama setelah hujan yang turun dengan derasnya mulai reda.
"intensitas hujan memang tadi ada lebat. Ada lebih satu jam sejak sore tadi. Memang hujan deras, tapi alhamdulillah sudah berhenti. Tadi memang ada beberapa wilayah yang air meluap, di antaranya di Kampung Rado, Kampung Sanduai. Itu yang tadi ada luapan air. Lokasinya dekat di dalam Kota Wondama," katanya.
Akibat luapan air dari dua sungai ini membuat warga setempat panik dan sempat mengungsi. Mereka trauma akan kondisi bencana banjir bandang yang pernah melanda Teluk Wondama pada 2010.
"Air meluap tadi dari Kali Sanduai dan Kali Rado. Kan dua sungai (kali) itu berdekatan. Masyarakat tadi memang ada mengungsi ke tempat aman, karena ketakutan juga dengan kondisi ini. Warga khawatir terjadi bencana banjir bandang seperti beberapa tahun lalu," ujar Rustam.