BEKASI - Calon legislatif (caleg) Partai Perindo memenuhi permintaan warga untuk fogging, menyusul maraknya wabah demam berdarah dengue (DBD). Fogging kali ini dilaksanakan di wilayah terdampak DBD di Perumahan Wahana Pondok Ungu, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Sudah ada beberapa warga setempat yang terjangkit DBD dan terpaksa menjalani perawatan di rumah sakit.
Caleg DPR RI Dapil VII (Kabupaten Bekasi, Karawang, Purwakarta), Denny Adin bersama caleg DPRD Provinsi Nomor Urut 1 Dapil Jabar IX, Ayun Sri Damayanti Wahyuni, melakukan fogging sebagai upaya pencegahan DBD.
"Jadi ada permintaan warga karena sudah kena terjangkit 3 orang dan mereka sudah 6 bulan tidak fogging. Fogging terakhir itu dari kelurahan. Jadi biasanya kalau kelurahan, orang terjangkit baru fogging. Kalau kita kan mencegah," kata Adin di Bekasi, Sabtu (16/2/2019).
Menurut Ketua Umum Rescue DPP Perindo itu, lingkungan di sekitar lokasi memiliki masalah sanitasi yang cukup akut. Banyak saluran air yang tidak mengalir sehingga menyebabkan terjadinya genangan air. Kondisi inilah yang menimbulkan perkembangbiakan jentik nyamuk sangat masif terjadi.
"Jadi perumahan ini belum serah terima dari developer (pengembang-red) ke pemilik, akhirnya sanitasinya tidak jalan. Apalagi daerahnya itu dekat sawah. Karena saluran airnya tidak jalan dan menumpuk, makanya banyak jentik nyamuk yang berkembang biak sangat cepat. Itu yang menyebabkan terjangkitnya DBD," ujarnya.
"Selain itu perumahan ini kan terbilang komplek baru, jadi memang masih perlu banyak pengarahan ke masyarakat terkait sanitasi. Padahal kompleknya cukup bersih, jalannya bagus, tapi gotnya enggak bagus," kata caleg nomor urut 2 itu.
Adin mengaku masyarakat sekitar masih memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan. Namun yang disayangkan banyak saluran air yang tidak mengalir, serta hewan liar yang hidup di kebun-kebun yang tidak dirawat pemiliknya, sehingga membuatnya tampak kumuh.
"Lingkungannya sih bersih tapi kekurangannya ada di sanitasinya, pembuangan airnya tidak jalan sehingga terjadi penggenangan air di mana-mana. Gotnya juga kecil, itu kesalahan dari pengembang juga sih sebenarnya. Jadi kontraktor pengembangnya itu tidak menyiapkan saluran airnya," jelasnya.
Karena itu, Adin bersama tim juga memberikan edukasi kepada warga sekitar, yakni terkait perbaikan sanitasi yang baik dan benar, serta cara membasmi jentik nyamuk dengan bubuk abate. Terlebih letak perumahan yang berseberangan dengan area persawahan, membuat lingkungannya sangat rentan dengan terhadap perkembangbiakan jentik nyamuk.
"Kita sosialisasi bagaimana sanitasinya dirapikan, terus jentik-jentik nyamuk itu harus dihilangkan pakai abate, terus saluran air itu harus mengalir jangan sampai tergenang. Jadi itu yang kita kasih arahan," paparnya.
Adin menyebutkan masih ada beberapa RT lagi di wilayah tersebut yang akan difogging selanjutnya, agar upaya pencegahan DBD bisa berlangsung maksimal.
"Tadi kan sudah 3 RT ini, kita akan fogging lagi nanti di 7 RT. Kita liat jadwal yang tepat nanti. Supaya nyamuk ini tidak berkembang, jadi kita teruskan lagi untuk fogging. Mungkin kita laksanakan bulan depan, karena jadwal padat kan," ujarnya.
Selain itu, warga juga diberikan sosialisasi terkait pencalegan dan program yang ditawarkan para caleg Perindo. Menurut Adin, belum pernah ada caleg yang singgah di wilayah tersebut. Ia pun merasa bersyukur karena Perindo yang datang bersama program foggingnya, diterima dengan sangat baik oleh warga sekitar.
"Mereka bisa menerima kita karena kita buktinya kerja kan. Kalau (caleg) yang lain mungkin cuma numpang spanduk aja. Kalau kita datang memberikan pelayanan sosial. Ini salah satu bukti bahwa kita kerja nyata memberikan pelayanan kepada masyarakat tanpa pamrih. Kita juga tidak memungut biaya satu sen pun," tutupnya.
(Rachmat Fahzry)