Peristiwa itu sebenarnya sudah terjadi sejak Sabtu 16 Februari 2019, namun baru dilaporkan pada Senin. Sebab sebelumnya kerabat maupun keluarga korban sempat melakukan upaya pencarian, namun tak kunjung membuahkan hasil sehingga dilaporkan ke pihak terkait.
"Sampai dengan siang ini kami belum dapat konfirmasi tentang penemuan. Mudah-mudahan harapan kami korban cepat ditemukan, supaya bisa diserahkan ke pihak keluarga," imbuh Monce.
Untuk diketahui, lokasi pendulangan emas yang dilakukan masyarakat secara tradisional merupakan lokasi aliran sungai atau kali yang dilalui pasir sisa tambang (tailing) Freeport. Sebab itu, tim SAR memperkirakan bahwa korban saat terseret arus dimungkinkan tertimbun oleh pasir sisa produksi tambang yang ikut terbawa arus lalu menumpuk.
(Fiddy Anggriawan )