Belum Ditemukan, Pendulang Emas yang Hilang Terseret Arus Diduga Tertimbun Pasir Limbah Freeport

Saldi Hermanto, Jurnalis
Kamis 21 Februari 2019 15:04 WIB
Pencarian Seorang Pendulang Emas yang Diduga Hanyut di Area PT Freeport Indonesia (Foto: Saldi H/Okezone)
Share :

TIMIKA - Operasi SAR atas hilangnya seorang pendulang emas akibat terseret arus di kali kabur Mile Point (MP) 37 (Area operasi PT Freeport Indonesia), Kabupaten Mimika, Papua, hingga Kamis (21/2/2019) belum membuahkan hasil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Monce Brury saat dikonfirmasi terkait proses pencarian korban yang diketahui bernama Bahudin (37) mengatakan, sejak pagi tadi Tim SAR gabungan baik personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika bersama Polsek Kuala Kencana terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.

(Baca Juga: Polisi Dalami Ujian Praktik Renang yang Tewaskan 3 Siswa SMP di Semarang) 

Proses pencarian korban dijelaskan Monce, masih dilakukan disekitar lokasi kejadian MP 37 dengan membagi tim menjadi dua. Hal itu lantaran tim memperkirakan bahwa korban tidak mungkin terseret arus lebih jauh dari lokasi kejadian awal.

Alat Rafting atau perahu karet yang dibawa tim tidak dapat digunakan, lantaran kondisi kali terbilang dangkal dan memiliki arus.

"Kesulitan yang kami alami itu kemungkinan besar korban tertimbun. Karena waktu kejadian itu hujan lebat, sehingga air meluap. Oleh karena itu hari kedua kami masih fokus pada lokasi kejadian, karena perkiraan kami korban tidak akan terseret jauh, mengingat di lokasi mile 37 turun ke bawah, itukan air tidak sedalam atau sederas pada saat kejadian," jelasnya.

"Alat yang kita bawa Rafting tidak bisa digunakan, karena medan. Pertama itu adalah limbah buangan, sungai (kali) kabur, kemudian air tidak sederas (pada saat kejadian)," lanjutnya.

Sebelumnya, pada Senin 19 Februari 2019 sekitar pukul 6 petang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika mendapat laporan dari masyarakat terkait hilangnya seorang pendulang emas akibat terseret arus di Kali Kabur MP 37, Distrik Kuala Kencana.

(Baca Juga: Seorang Pendulang Emas Diduga Hanyut di Area Freeport, hingga Kini Belum Ditemukan) 

Peristiwa itu sebenarnya sudah terjadi sejak Sabtu 16 Februari 2019, namun baru dilaporkan pada Senin. Sebab sebelumnya kerabat maupun keluarga korban sempat melakukan upaya pencarian, namun tak kunjung membuahkan hasil sehingga dilaporkan ke pihak terkait.

"Sampai dengan siang ini kami belum dapat konfirmasi tentang penemuan. Mudah-mudahan harapan kami korban cepat ditemukan, supaya bisa diserahkan ke pihak keluarga," imbuh Monce.

Untuk diketahui, lokasi pendulangan emas yang dilakukan masyarakat secara tradisional merupakan lokasi aliran sungai atau kali yang dilalui pasir sisa tambang (tailing) Freeport. Sebab itu, tim SAR memperkirakan bahwa korban saat terseret arus dimungkinkan tertimbun oleh pasir sisa produksi tambang yang ikut terbawa arus lalu menumpuk.

(Fiddy Anggriawan )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya