BEKASI - Masyarakat di Jalan Perjuangan Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jawa Barat, mengikuti pelatihan wirausaha rumahan dan cooking class yang diadakan caleg Partai Perindo. Pelatihan ini merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang menyasar kaum emak-emak.
Fried chicken dan martabak mini menjadi menu yang diajarkan di lokasi. Kedua menu merupakan menu favorit masyarakat luas dan sangat berpeluang besar untuk dijadikan usaha skala rumahan.
"Jadi tujuan dari program ini apabila ibu-ibu sudah mendapatkan ilmunya, paling tidak bisa digunakan untuk usaha. Jika tidak, bisa digunakan untuk mengurangi uang jajan dari anaknya. Yang tadinya anaknya sering beli fried chicken, sekarang bisa membuat sendiri," kata caleg DPR RI Dapil Jabar VI (Kota Bekasi-Depok), Henky Eko Sriyantono di lokasi, Sabtu (23/2/2019).
Baca Juga: Caleg Perindo M Sopiyan Gelar Cooking Class di Kemang
Wasekjen UMKM Partai Perindo itu menyebutkan, Perindo memiliki tujuan untuk membangkitkan produktivitas kaum perempuan khusus di Kota Bekasi dan Depok, agar bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat dan terlebih lagi menghasilkan.
"Sehingga program ini kami dorong begitu masivnya, agar banyak tumbuh pelaku usaha baru khususnya kaum perempuan. Ini yang menjadi konsen kami," ujarnya.
Pria yang akrab disapa Cak Eko itu mengaku sudah sejak lama melakukan gerakan pemberdayaan kepada masyarakat, bahkan sebelum masa kampanye dimulai. Ia ingin secara langsung turun ke masyarakat dan memahami apa yang benar-benar dibutuhkan mereka saat ini.
"Kami pada saat turun ke masyarakat merasakan, bahwa UMKM ini perlu didorong, diberikan pembinaan agar naik kelas," katanya.
"Termasuk kaum milenial yang kami sadar disitu, agar mereka tidak bergantung hanya menjadi karyawan. Sehingga mereka juga sejak muda memiliki pola pikir menjadi pewirausaha. Disitulah akhirnya mereka menjadi pencipta lapangan kerja secara luas," paparnya.
Diakui Cak Eko, bahwa banyak diantara peserta sebelumnya yang sudah menjalani usaha dan mulai mengalami kemajuan. Bebek diantaranya bahkan sudah mulai merekrut karyawan untuk dipekerjakan.
"Nah, program ini implikasinya juga adalah menciptakan lapangan pekerjaan. Jadi kita juga secara tidak langsung membantu program pemerintah, yaitu mengurangi angka pengangguran," tegasnya.
Baca Juga: Kapolri Minta Jajarannya Fokus Amankan Pemilu 2019
Caleg DPRD provinsi Jawa Barat Dapil VIII (Kota Bekasi-Depok), Dudung Prilaksono menambahkan, peserta di pelatihan cooking class diajak untuk mandiri dan produktif, agar bisa membantu perekonomian rumah tangga.
"Bagaimana berarti sekarang ini kaum ibu-ibu tidak produktif ya. Tapi ini kita trigger supaya ibu-ibu ini lebih produktif lagi membantu pendapatan keluarga," katanya.
Caleg Perindo memiliki keinginan agar pembangunan perekonomian keluarga khususnya di Jawa Barat, bisa terwujud. Salah satunya melalui pelatihan-pelatihan wirausaha yang digagas Perindo.
Baca Juga: Ibu-Ibu di Bekasi Antusiasme Ikut Pengajian dan Sosialisasi Caleg Perindo
Khusus Jawa Barat, para pelaku UMKM diakui Dudung masih cenderung mandiri atau bergerak sendiri-sendiri. Kondisi inilah yang akhirnya menggagas caleg Perindo untuk membuat sebuah komunitas UMKM, yang dapat membantu setiap permasalahan yang tengah dialami para pelaku UMKM.
"Sehingga nanti perlu kita bantu juga bagaimana memasarkannya. Supaya maksimal, ya tentunya bisa dengan menggunakan digital marketing. Terus kita ajarkan bagaimana cara mengelola usaha supaya kelasnya meningkat, permodalannya meningkat juga," ujarnya.
"Sehingga diharapkan bahwa Jawa Barat ini dengan perkembangan UMKM yang kita trigger secara masiv dan merata, menjadi barometer perekonomian di Indonesia," katanya.
Sementara Titin, salah satu peserta pelatihan mengaku sangat antusias dengan kegiatan yang baru pertama kali diadakan di wilayahnya tersebut. Ia pun berencana memulai berdagang usai mengetahui cara pembuatan fried chicken dan martabak mini yang diterimanya di pelatihan.
"Dapat ilmu yang bermanfaat buat dagang, bikin martabak mini sama fried chicken. Sekarang jadi tahu cara buatnya. Rencananya nanti mau dagang," ujarnya.
(Edi Hidayat)