Untuk diketahui, di tengah perayaan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah atau Lebaran, warga Negeri Hitu dan Negeri Wakal Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang bertetangga terlibat bentrokan pada Minggu (25/6/2017) sore, dengan menggunakan senjata tajam dan lemparan batu mengakibatkan tiga warga Hitumessing meninggal dunia.
Baca juga: Panglima TNI: Persatuan dan Kesatuan Seluruh Komponen Bangsa Sangatlah Penting
Bentrokan kedua desa yang mayoritas bergama Islam tersebut dipicu masalah kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di kawasan Dusun Waipokol Negeri Hitu Lama yang terjadi pada Minggu (25/6/2917) sekitar pukul 14.30 WIT, mengakibatkan seorang anak berusia 12 tahun terluka.
"Guna ciptakan kebersamaan serta memelihara persaudaraan antara warga dengan para pemuda negeri Hitu dan Wakal, maka melalui Pos Wakal Satgas Yonif 711/Rks membentuk tim Marawis dari kedua kelompok tersebut," ujarnya.
"Seperti hari ini, masyarakat berkumpul di Pos Wakal Hitu SSK 1 Satgas Yonif 711/Rks guna menyaksikan tim marawis Negeri Hitu dan Wakal berlatih bersama," tambahnya.
Menurut Fanny, dengan adanya latihan bersama tersebut akan membangun kembali komunikasi mereka yang selama ini terputus. Dirinya mengatakan, tanpa sadar, ritme musik serta alunan syair doa yang dilantunkan, seakan menghipnotis alam bawah sadar pemain maupun yang hadir tentang nilai-nilai kedamaian dan kebersamaan.