"Saya tidak menyentuh barang-barangnya apalagi mengambilnya. Saya sempat takut saat dengar informasi ada yang menuduh perampokan dan sebagainya. Bagaimana pun saya yang menemukan dia, saya khawatir dituduh. Padahal niat saya hanya ingin menolong. Kalau tidak ada izin polisi juga saya tak berani membawanya ke rumah sakit," katanya.
Sebagaimana diinformasikan, Sugimin yang menghilang sejak Kamis (11/4/2019) ditemukan dalam kondisi tidak sadar dan meninggal saat sampai di RSUD dr Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Selasa dini hari. Keluarga Sugimin meminta jenazah Sugimin diautopsi karena menilai ada banyak kejanggalan.
Baca Juga : Bawaslu Ponorogo Amankan Rp66 Juta Diduga untuk 'Serangan Fajar' Pemilu
(Erha Aprili Ramadhoni)