LONDON – Presiden Hassan Rouhani mengatakan bahwa Iran tidak akan menyerah pada Amerika Serikat (AS) dan tidak akan meninggalkan tujuannya meski dihujani bom. Pernyataan Rouhani itu disampaikan di tengah ketegangan yang meningkat antara kedua negara.
Sebelumny, kantor berita Fars melaporkan pimpinan militer Iran mengatakan bahwa konflik antara Teheran dan Washington adalah "bentrokan tekad" dan memperingatkan bahwa "petualangan" musuh Teheran akan menghadapi respons yang menghancurkan.
Ketegangan meningkat antara kedua negara setelah Washington mengirim lebih banyak pasukan militer ke Timur Tengah dalam unjuk kekuatan melawan apa yang dikatakan para pejabat AS sebagai ancaman Iran terhadap pasukan dan kepentingannya di kawasan itu.
Setelah menarik diri dari perjanjian nuklir Iran 2015 dengan kekuatan dunia, Presiden AS Donald Trump, tahun lalu kembali menjatuhkan sanksi pada Iran dan memperketatnya bulan ini. Washington memerintahkan semua negara untuk menghentikan impor minyak Iran atau mereka juga menghadapi sanksi dari AS.
"Lebih dari satu tahun setelah pengenaan sanksi berat ini, rakyat kami tidak tunduk pada tekanan meskipun menghadapi kesulitan dalam hidup mereka," kata Rouhani dikutip oleh kantor berita IRNA sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (24/5/2019).