Baik itu program Kartu Indonesia Sejahtera (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), hingga program-program peningkatan kesejahteraan masyarakat lainnya tak pernah dirasakan oleh keluarga Sarpudin.
“Kita itu sebenarnya juga mau merasakan bantuan dari pemerintah, jangankan untuk kebutuhan berobat, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja tidak dapat,” ucap Sarpudin.
Saat ini pria kelahiran tahun 1968 tersebut hanya bisa pasrah. Sebab, berbagai upaya telah ditempuh untuk mengobati kelumpuhan yang dialaminya, namun hasilnya masih nihil.
Ia hanya berharap anaknya yang kini tengah menjalani pendidikan di salah satu perguruan tinggi di daerah itu dapat menyelesaikan pendidikannya dan segera mendapatkan pekerjaan yang layak.
(Rizka Diputra)