Kemudian, lanjut Donny, untuk merealisasikan hal ini maka dilakukanlah rapat untuk mensinkronkan dari ajuan proposal yang diberikan oleh masing-masing desa. Namun, pada kenyataannya, anggaran Rp20 miliar ini baru mau digunakan di akhir tahun 2017.
"Tanggal 29 dan 30 Desember 2017 ini para kepala desa dikumpulkan. Kemudian, disitu disampaikan akan ada dana bantuan yang akan masuk ke rekening 48 desa. Namun, pada hari yang sama pula dana tersebut berpindah ke rekening pribadi ke beberapa kepala desa," tuturnya.
Dari rekening itu, kata Kabid Humas Polda, dananya dicairkan dan dibayarkan terhadap biaya pembangunan infrastruktur yang sudah dibangun.
"Kebetulan dari 48 desa ini, sebanyak 25 desa yang telah mencairkan, dan 23 desa belum mencairkan. Artinya anggaran yang sudah dicairkan itu dengan nilai total Rp11 miliar untuk 25 desa. Dan dana itu sudah dibayarkan ke pihak ketiga yang telah membangun infrastruktur, sedangkan dana untuk 23 desa masih ada di rekening," katanya.