"Pertama proses penegakan hukum dahulu melalui pidana umum. Nanti kami akan lihat ancaman sejauh mana itu nanti akan bagaimana internal polisi tindaklanjuti," tutur Asep.
Saat ini, kata Asep, pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan psikologis dari Brigadir Rangga pasca-menembak tujuh kali ke Bripka Rahmat.
"Pastinya jadi nanti setelah ini cek kondisi psikologi yang bersangkutan," ucap Asep.
Penembakan itu terjadi ketika adanya perdebatan antara pelaku dan korban terkait kasus penangkapan seorang pelaku tawuran, Fahrul Zachrie oleh Bripka Rahmat.