JAKARTA – Kecelakaan mengerikan terjadi di Tol Cipularang kilometer 91+400 arah Jakarta di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin 2 September kemarin. Delapan orang tewas --Polri sebelumnya menyebut 9 orang kemudian diralat jadi 8 orang-- dalam tabrakan beruntun melibatkan 20 kendaraan itu.
Selain merenggut delapan nyawa, ada 32 orang luka-luka. Rinciannya empat orang luka berat dan 28 luka ringan.
Berikut fakta-fakta dari kecelakaan beruntun di Tol Cipularang, Senin kemarin.
Kronologi
Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Pujiono Dulrachman mengatakan, kecelakan di Tol Cipularang KM 91 terjadi Senin 2 September 2019 sekira pukul 12.30 WIB. Kejadian bermula dari kecelakaan tunggal dump truck terbalik di jalur kanan jalan dengan posisi melintang.
Petugas lalu bergegas mengevakuasi badan dump truk pengangkut tanah tersebut. Kemudian ada lima kendaraan datang dari arah Bandung menuju Jakarta berhenti karena sedang berlangsung evakuasi dump truk.
Tiba-tiba dari belakang muncul satu dump truk bermuatan tanah dengan kecepatan tinggi lalu hilang kendali hingga menabrak kendaraan yang sedang berhenti menunggu selesai evakuasi dump truk terguling.
"Karena remnya blong jadi nabrak waktu evakuasi itu," kata Pujiono.
Baca juga: Kisah Puluhan Nyawa Melayang di "Kerajaan Gaib" Tol Cipularang
Kemudian dari belakang dump truk tertsebut, muncul lagi 15 kendaraan dengan kecepatan tinggi karena posisi jalan di lokasi kejadian turunan. Mobil-mobil tersebut tak dapat menghindari dump truk. Terjadilah tabrakan beruntun hingga menewaskan delapan orang.
Kendaraan yang terlibat kecelakaan beruntun itu terdiri dari 12 mobil, dua bus dan sisanya truk.
Empat Mobil Terbakar
Tabrakan beruntun yang melibatkan 20 kenderaan tersebut juga menyebabkan empat mobil hangus terbakar, sisanya rusak berat.
Baca juga: Kesaksian Napi yang Mobilnya Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang
“Di tengah-tengah di antara dump truk (yang terguling) dengan mobil-mobil lain, ada dump truk juga. Berarti dump truk itulah yang mendorong mobil-mobil kecil itu sampai keluar dan terbakar," kata Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi.
Kebakaran mobil tersebut merenggut enam nyawa. Mereka mengalami luka bakar. Sedangkan dua lagi korban tewas mengalami luka parah di tubuhnya. Total semua jadi delapan orang tewas. Empat orang luka berat dan 28 luka ringan.