Macet
Kecelakaan beruntun di Jalan Tol Cipularang, Senin kemarin, menimbulkan kemacetan panjang di jalur arah Bandung menuju Jakarta sejak siang.
Kendaraan mengular hingga 9 kilometer, karena proses evakuasi kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun membutuhkan waktu lama.
Untuk mengurai kemacetan, dilakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem contraflow atau lawan arah.
Sopir
Sopir dump truk kecelakaan tunggal yang diduga memicu tabrakan beruntun di Tol Cipularang tak di lokasi sesaat usai kecelakaan. Polisi masih mencarinya dan sudah mengantongi identitas pria tersebut. Polisi ingin meminta keterangan sopir tersebut agar memudahkan penyelidikan.
Investigasi
Kementerian Perhubungan menurunkan tim khusus untuk mengecek kecelakaan beruntun yang menewaskan delapan orang di Tol Cipularang. Kemenhub menggandeng Komite Nasional Keselamatan Transportasi, (KNKT) menginvestigasi faktor penyebab kecelakaan tersebut.
Tol Cipularang
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengakui Tol Cipularang kilometer 91 tempat kejadian itu rawan dan sering terjadi kecelakaan. Salah satu penyebabnya diduga karena kondisi gemetrik jalan tersebut.
Baca juga: Kemenhub Gandeng KNKT Cari Penyebab Kecelakaan di Tol Cipularang
"Dari sisi geometrik jalan itu memang jalan agak tikungan dan kemudian turunan. Jadi kalau dari Bandung (arah Jakarta) pasti kecenderungannya adalah kecepatan tinggi. Kemudian sebelah kirinya kalau tak salah ada rest area,” ujar Budi.
Namun, untuk kepastiannya, Kemenhub akan melakukan investigasi melibatkan KNKT.
(Salman Mardira)