JAKARTA - Pengamat Intelijen Stanislaus Riyanta menduga ada oknum yang memanfaatkan aksi demonstrasi mahasiswa pada 24 dan 30 September 2019 lalu di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat lalu untuk berbuat anarkis.
Ia menilai ada barisan yang sakit hati sehingga ingin mengacaukan perjuangan yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa tersebut. Namun, dia tak menjelaskan identitas dari kelompok yang membuat kecacauan itu.
"Ada barisan sakit hati yang menungganginya sehingga perlu diperiksa ke psikiater, untuk memastikan ada gangguan jiwa atau tidak," kata dia dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2019).
Sementara itu, Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) Willy Prakarsa meminta kepada seluruh pihak untuk duduk bersama dan menyelesaikan persinggungan yang selama ini terjadi. Apabila, ada oknum yang ingin tetap berselisih, maka patut diduga ada masalah dalam kejiwaan mereka.