KOTA PASURUAN - Robohnya bangunan SDN Gentong Kota Pasuruan, Jawa Timur diawali dari atap ruangan sebelah kanan yakni di kelas 2 B. Hal ini diungkapkan saksi mata Iwan Dayat (35) yang juga orangtua salah seorang siswa korban.
"Kalau runtuhya diawali dari ruangan sebelah kanan tepatnya kelas 2 B, itu atapnya dulu yang mulai roboh. Kejadiannya sekitar pukul 08.15 WIB," ujar Iwan, Selasa (5/11/2019).
Selanjutnya, robohnya bangunan merambat ke ruangan di kelas 2 A sampai kelas 5 A yang berjajar di sebelahnya. "Merambat diawali dari kelas 2 B kemudian terus merambat. Saat kejadian, kelas 5 A dan 5 B hanya beberapa siswa yang di dalam karena masih jam pelajaran olahraga," ujarnya.
Baca Juga: Korban Meninggal Robohnya Bangunan SD di Pasuruan Guru Pengganti
Iwan menambahkan, dua korban meninggal dunia yakni Irza Almira tertimpa konstruksi bangunan di ruang kelas 2 B. Sementara Selvina Arsy Wijaya, guru pengganti tertimpa reruntuhan bangunan di ruang kelas 5 A.
"Dua korban ini tertimbun bangunan di dua ruangan berbeda. Yang siswinya di ruang kelas 2 B, sementara gurunya di ruang kelas 5 A," imbuhnya.
Namun, Iwan bersyukur anaknya yang bersekolah di SDN Gentong tak menjadi korban dan hanya mengalami luka lecet lantaran terkena serpihan bangunan.
"Posisi anak saya lagi dirawat di RSUD dr Soedarsono mengalami lecet - lecet. Kalau temannya ada yang dirawat di RSUD dr. Soedarsono dan RS Medika Kraton," ujarnya.
Baca Juga: Polisi Olah TKP dan Periksa Saksi Robohnya Bangunan SDN di Pasuruan