"Apalagi saat ini sudah jelang musim hujan. Ada kerawanan yang harus diantisipasi, sehingga perlu ada pengecekan kondisi gedung dan bangunan sekolah agar kejadian di SDN Gentong tidak terulang," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, SDN Gentong yang berada di Jalan KH. Sepuh Kota Pasuruan pada Selasa pagi sekira pukul 08.30 WIB roboh dan menimpa sejumlah orang yang tengah dalam proses belajar mengajar.
Akibat robohnya bangunan ini seorang siswa kelas 2 bernama Irza Almira (8) dan guru bernama Selvina Arsy Wijaya (19) meninggal dunia tertimpa reruntuhan bangunan. Selain dua orang korban jiwa, terdapat 12 orang siswa lainnya yang menderita luka - luka akibat peristiwa ini.
Kepolisian sendiri telah memasang garis polisi guna melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Selasa siang.
(Arief Setyadi )