PEKANBARU – Siswa kelas VIII SMP Negeri 38 Pekanbaru, Riau berinisial MFA yang jadi korban bully dan penganiayaan oleh teman sekelasnya masih dirawat di rumah sakit. Dia masih trauma berat. Sementara polisi sudah memeriksa lima saksi terkait peristiwa itu.
"Tim kita sudah mengunjungi korban. Kondisi (korban) sangat trauma dan ketakutan," kata Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau, Ester Yuliani kepada Okezone, Minggu (10/11/2019).
Menurut Ester, MFA belum bisa diajak bicara. Timnya yang berkunjung hanya berdialog dengan keluarga korban.
"Dia setiap melihat orang ketakutan. Ini yang sama-sama harus kita perhatikan," ujar Ester.
LPA Riau akan membantu memulihkan korban sekaligus mengobati trauma atau trauma healing. Menghilangkan trauma pada korban diyakini butuh karena dia diduga bukan kali ini saja dianiaya dan dibully teman kelasnya.
"Proses pemulihanya tidak bisa dilakukan hanya beberapa kali saja. Jadi butuh waktu lama. Tidak mudah mengembalikan kepercayaan diri korban," imbuhnya.
Baca juga: Siswa SMP Patah Hidung Dianiaya Temannya, Guru Sibuk Main HP
Sebagaimana diketahui, MFA mengalami patah hidung akibat dikeroyok siswa lainnya dan masih dirawat. Penganiayaan diduga terjadi dalam kelas, 5 November 2019, dan disaksikan oleh guru yang mengajar saat itu. Guru tersebut diduga sibuk main handphone saat korban dianiaya.