Putra ketiga KH Hasyim Muzadi, Hilman Wahid atau akrab disapa Gus Hilman, meninggal dunia setelah terlibat dalam kecelakaan tunggal di Tol Pandaan-Malang pada Rabu pagi, 18 Desember 2019.
Kepergian Gus Hilman ini membuat banyak orang merasa kehilangan dan kesedihan mendalam. Salah satunya adalah dai kondang Ustadz Yusuf Mansur.
Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran, Yusuf Mansur menggungah foto Gus Hilman di akun instagramnya @yusufmansurnew Rabu 18 Desember 2019.
Foto yang diunggah Yusuf Mansur adalah foto Gus Hilman beserta keluarganya, yaitu istri, dua putra dan dua putrinya. Ia pun mengucapkan bela sungkawa yang dituliskan di caption foto tersebut.
"Innaa lillaah. Selamat jalan sahabat kami semua, Gus Hilman Mbah Kyai Hasyim Muzadi. Keluarga besar DQ turut mendoakan dan menyalatkan ghaib. Al Fatihah," tulis Yusuf Mansur.
Netizen pun membanjiri kolom komentar akun milik @yusufmansurnew, di antaranya:
"Innalillahi wainna ilaihi rojiun semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yg ditinggal diberi ketabahan amiin" tulis @tutypriyono
"Al fatihah...aamiin..." kata pemilik akun @wennypurwanty
"Innalillahi wa innailaihi rojiunn semoga almarhum husnul khotimah," tulis @poedjiatisatrio
"Inshaallah husnul khotimah.. Aamiin," @riakoestiyono.
Ungkapan kehilangan atas kepergian Gus Hilman juga disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustammar. KH Marzuki mengenal Gus Hilman semasa hidupnya sebagai sosok yang rendah hati dan penyabar.
"Beliau selalu senyum. Ketemu orang selalu senyum. Itu berarti, hatinya senantiasa ridho kepada sesama muslim dia ukhuwah dan tidak ada permusuhan," ujarnya.
Dia menekankan, pribadi Gus Hilman bisa dijadikan panutan bagi para kader NU. Sebagai anak dari tokoh besar beliau tak berkenan diperlakukan spesial.
"Secara strata sosialnya beliau ini putranya Kiai Hasyim, pernah jadi Ketua Umum PBNU, Ketua Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden). Dia tetap egaliter, biasanya main dengan saya, ngopi, jagongan, dan kumpul dengan masyarakat biasa. Kadang, kalau orang susah kalau sudah jadi elite, enggak jadi alit (kecil)," ujar KH Marzuki.
(Muhammad Saifullah )