Ungkapan kehilangan atas kepergian Gus Hilman juga disampaikan Ketua Pengurus Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustammar. KH Marzuki mengenal Gus Hilman semasa hidupnya sebagai sosok yang rendah hati dan penyabar.
"Beliau selalu senyum. Ketemu orang selalu senyum. Itu berarti, hatinya senantiasa ridho kepada sesama muslim dia ukhuwah dan tidak ada permusuhan," ujarnya.
Dia menekankan, pribadi Gus Hilman bisa dijadikan panutan bagi para kader NU. Sebagai anak dari tokoh besar beliau tak berkenan diperlakukan spesial.
"Secara strata sosialnya beliau ini putranya Kiai Hasyim, pernah jadi Ketua Umum PBNU, Ketua Wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden). Dia tetap egaliter, biasanya main dengan saya, ngopi, jagongan, dan kumpul dengan masyarakat biasa. Kadang, kalau orang susah kalau sudah jadi elite, enggak jadi alit (kecil)," ujar KH Marzuki.
(Muhammad Saifullah )