JAKARTA - Puslabfor Mabes Polri dikerahkan untuk melakukan pemeriksaan terkait dengan robohnya tower Based Transmitter Station (BTS) milik Radio Republik Indonesia (RRI) di Radio Dalam, Jakarta Selatan.
"Sementara masih dilakukan identifikasi dari Puslabfor Mabes Polri," kata Kapolsek Kebayoran Baru Kompol Jimmy Summa, saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (23/12/2019).
Sejauh ini, Jimmy memastikan tidak ada korban jiwa dalam robohnya menara pemancar milik RRI itu. Sampai saat ini, hanya ada satu korban luka akibat tertimpa ranting pohon dan saat ini sudah mendapatkan perawatan dari dokter.
"Satu orang, itu cuma ini saja, waktu tiang antena ini jatuh, itu ketimpa ranting pohon, dia masih solat di masjid. ranting pohon nya kena dia, dikeningnya ada tiga jaitan," ujar Jimmy.
Selain satu orang luka, ada satu unit bajaj yang juga terkena dampak robohnya pemancar tersebut. Namun dalam bajaj tersebut tidak ada orang sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Baca Juga : H-2 Natal, Lalu Lintas Tol Japek Ramai Lancar
Baca Juga : Selain Cuaca Buruk, Polisi Duga Menara BTS Roboh karena Faktor Usia
Diketahui sebelumnya, Base Transceiver Station atau BTS milik Radio Republik Indonesia (RRI) roboh sehingga menimpa beberapa bangunan rumah dan masjid di Jalan antena 7, Radio Dalam, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dugaan sementara BTS tersebut rubuh karena faktor cuaca yang buruk.
Satu orang mengalami luka dibagian kepala usai menara Base Transceiver Station atau BTS milik Radio Republik Indonesia (RRI) roboh, kemarin.
(Angkasa Yudhistira)