JAKARTA - Salah satu warga Cipinang Melayu, Karim (35), mengaku kaget banjir yang menerjang rumahnya di RT 01/04 hingga seatap. Menurutnya, tahun ini adalah banjir yang paling parah dibandingkan tahun sebelumnya.
Karim menyatakan, Cipinang Melayu memang daerah langganan banjir tiap tahunnya apabila memasuki musim penghujan. Tetapi, dia menyebut, ada beberapa titik yang sebelumnya tidak terendam banjir, tapi tahun ini ikut terkena dampak genangan air tersebut.
"Ini melebihi dari banjir tahun 2002. Yang biasanya tak kena itu ada tempat angkringan ini kena," kata Karim saat ditemui Okezone di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Jumat (3/1/2020).
Karim hanyalah salah satu dari ratusan warga Cipinang Melayu yang rumahnya tenggelam karena banjir besar yang menerjang kawasan Jabodetabek sejak tahun baru 2020.
(Foto: Ilustrasi Banjir/Okezone)
Baca Juga: Banjir di Jati Padang Jaksel Sudah Surut, Aktivitas Warga Kembali Normal
Ia menjelaskan, ketika hujan tak kunjung berhenti dari tanggal 31 Desember 2019 sore hingga 1 Januari 2020, sebetulnya warga sudah melakukan evakuasi beberapa barang berharganya, seperti motor ataupun mobil.
Kendaraan itu dibawa ke dataran yang lebih tinggi. Lokasi dimana tempat evakuasi pada setiap tahunnya jika kawasan ini diterjang banjir.
Tetapi perhitungan warga salah. Menurut Karim, lokasi yang biasa dijadikan lokasi mengamankan barang berharga, pada tahun ini ikut terendam banjir.
Alhasil, motor dan mobil warga direndam oleh banjir. "Masyarakat kan sudah biasa, pikir masyarakat tahun tahun ini banjir kan hanya semata kaki, sedengkul gitu kan jadi masyarakat biasa saja," tutur Karim.
"Naik-naikin motor naikin barang ke tempat mereka biasa taruh, tiba-tiba air tidak berhenti, datang, datang, datang sampai Subuh itu air sudah mencapai segenteng sekitar 3 meter," ucap Karim mengakhiri ceritanya.
(Edi Hidayat)