Khutbah itu disampaikan di saat para penguasa Iran menghadapi protes berhari-hari setelah militer mengakui tak sengaja menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina di Teheran. Pesawat yang baru lepas landas dalam penerbangan menuju ke Kiev, Ukraina itu dihantam misil Iran beberapa jam setelah Teheran melancarkan serangan rudal sebagai pembalasan atas pembunuhan Komandan militer Qasem Soleimani oleh AS. Seluruh 176 kru dan awak pesawat itu tewas.
Khamenei menggambarkan kecelakaan itu sebagai sebuah tragedi dan insiden yang sangat menyedihkan yang digunakan oleh "musuh-musuh" Iran, sebutan Teheran bagi AS dan sekutu-sekutunya, untuk mengecilkan pembunuhan Soleimani.
BACA JUGA: Pangkalan Udara Irak yang Tampung Tentara AS Dihantam Rudal, Empat Orang Terluka
Upacara peringatan untuk 176 korban dengan cepat berubah menjadi protes terhadap penguasa Iran. "Kematian bagi Khamenei" dinyanyikan pada protes dan coretan yang dilukis di dinding di Teheran dan kota-kota lain.
Dalam demonstrasi setelah jatuhnya pesawat, polisi melancarkan tindakan keras dan mengerahkan polisi anti huru-hara di luar universitas, tempat banyak mahasiswa melakukan protes.
(Rahman Asmardika)