Adapun, Polar jet stream ini telah membawa asap kebakaran hutan Australia menyeberangi Samudera Pasifik bagian selatan pada ketinggian atmosfer sekitar 16 kilometer, dan menyebar sampai ke negara Benua Amerika bagian selatan, antara lain Chili, Argentina, dan Uruguay.
"Hingga akhir Januari 2020, diperkirakan polar jet stream masih cukup kuat, sehingga potensi penyebaran asap masih dominan ke arah timur," terang Herizal.
Ia menegaskan, kecil kemungkinan asap kebakaran hutan Australia akan secara langsung menyebar ke wilayah Indonesia karena dinamika atmosfer Australia didominasi aliran angin kencang yang konsisten ke arah timur, dan di Indonesia sendiri dinamika atmosfer didominasi oleh angin baratan atau monsun Asia.
"Kejadian kebakaran hutan Australia pada tahun 2019/2020 ini termasuk salah satu kejadian yang paling parah dalam sejarah kebakaran hutan. Meskipun, tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan perubahan iklim, tetapi kenaikan suhu udara global telah meningkatkan risiko kebakaran hutan sehingga akan lebih sering terjadi," tandasnya.
(Khafid Mardiyansyah)