Ixfan menuturkan, berdasarkan laporan dari petugas JPL 105, sebelum kecelakaan truk melaju dari arah timur ke barat. Saat sedang melewati perlintasan kereta api, ada bagian mesin truk yang rusak yang membuat truk berhenti di perlintasan.
Padahal, saat itu palang pintu perlintasan akan ditutup karena ada kereta yang melintas. Melihat kondisi darurat, petugas berlari ke arah datangnya KA 2631F dan memberikan tanda agar KA berhenti.
"Sebenarnya masinis sudah mendengarkan semboyan 35 atau berhenti. Tetapi KA sudah terlalu dekat dan akhirnya kecelakaan itu tidak bisa dihindari," kata dia.
Setelah menabrak truk pengangkut gas, lokomotif KA pun diganti karena dengan lokomotif cadangan bernomor CC 2018307. Kereta pengangkut BBM ini mulai diberangkatkan dari Stasiun Saradan pukul 05.33 WIB.