DEPOK - Perayaan tahun baru China atau Imlek masyarakat Tionghoa, dan warga keturunan lainnya rutin melakukan ibadah di vihara, salah satunya Klenteng Vihara Gayatri di Jalan Masjid Al Falah, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat.
Aroma sio atau dupa terasa menyengat ketika masuki pelataran vihara, sejumlah jemaat terlihat khusyuk melakukan peribadatan untuk sembahyang berdoa kepada dewa, dan para leluhur. Tujuannya untuk menghapus seluruh dosa- dosa yang telah diperbuat.
Tak hanya tempat sembahyang, rumah ibadah yang berdiri sejak tahun 1983 silam itu juga terdapat tujuh sumur yang dipercaya mampu memiliki khasiat beragam. Keberadaanya ada sejak tiga tahun berdirinya vihara.
Baca juga: Warga Manfaatkan Tahun Baru Imlek 2571 Berkumpul di Kelenteng
Pengurus Vihara Gayatri, Darmawan mengatakan, ketujuh sumur tersebut yakni, Sumur Sri Ningsih guna menerangkan lahir batin, Sri Waras guna sehat dan sentosa, Sri Lungguh untuk kedudukan derajat.
Sri Kunaratih Kumadjaya untuk cari jodoh, Sri Rezeki guna usaha cari rezeki, Dewi Sri Mulyasari untuk pengobatan, dan Sri Pontjo Warno guna tolak malapetaka.
"Setiap jemaat yang datang diharuskan menjaga sopan santun saat mandi, dianjurkan bersujud, dan menjaga jarak agar tak bagian tubuh tak sampai masuk sumur. harus berniat dulu dalam hati," kata dia di Vihara Gayatri, Sabtu (25/1/2020).
Saat mandi, jemaat dianjurkan untuk melempar satu sampai lima koin untuk menembus segala yang dilakukan selama satu tahun. "Kalau untuk melempar koin enggak diharuskan, itu cuman anjuran saja," ucapnya.
Koh Cicin sapaan akrab Darmawan mengaku, jemaat yang datang pun bahkan diperbolehkan memboyong air sumur untuk dibawa pulang dengan menggunakan dirigen.