SERANG - Sebanyak 41 Desa, 9 Kecamatan di Kabupaten Serang diterjang banjir karena tingginya curah hujan dan kurang baiknya aliran pembuangan air. Banjir sudah empat hari menggenang kawasan itu.
"Banjir karena cuaca ekstrem dan juga drainase yang kurang baik sehingga air menggenangi beberapa wilayah tidak bisa cepat keluar dari pemukiman," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma saat dikonfirmasi. Rabu (5/2/2020).
Baca Juga: Tanggul Jebol di Periuk Damai Tangerang Akan Diperbaiki Usai Banjir Surut
Selain itu, banjir juga diakibatkan meluapnya aliran Sungai Ciujung, diperparah kondisi pemukiman lebih rendah dibandingkan aliran sungai. "Saat ini dibeberapa titik sudah surut dan masyarakat juga sudah kembaii beraktifitas normal," ujarnya.
Di beberapa titik, banjir sudah menggenangi pemukiman sejak tanggal 1 Februari yang lalu hingga saat ini. Namun, masyarakat masih tetap bertahan di rumahnya.
Berdasarkan data, sembilan Kecamatan yakni Kibin, Ciruas, Kragilan, Carenang, Pontang, Tanara, Tirtayasa, Binuang, dan Lebak Wangi. Titik banjir terbanyak di Kecamatan Pontang dan Tirtayasa yang terjadi di 1 desa. Ketinggian air bervariasi dari 5 sampai 70 cm.
Baca Juga: Polisi Selidiki Tambang Emas di Gunung Salak yang Diduga Pemicu Banjir Lebak
"Kita sudah maksimal menangani banjir dengan mengerahkan personil, alat penyedot air, logistik, perahu karet, membuka posko kesehatan, dan dapur umum di lima titik juga disiapkan untuk para warga yang mengungsi," ucapnya.
(Fiddy Anggriawan )