"Mimpi-mimpi besarnya selalu menginspirasi. Juga, membangkitkan gairah dan semangat anak muda NU. Persentuhan saya pribadi dengan beliau menjadi pelajaran berharga, bagaimana konsisten mengabdi, berjuang sekaligus membangitkan gerakan santri, baik di pesantren, Pagar Nusa, maupun Nahdlatul Ulama," ucapnya.
Ketiga, kata Gus Nabil, Kiai Bagdja berjiwa besar dan bermimpi tinggi. Dia sosok yang menginspirasi anak muda. Dia selalu mengatakan bahwa anak muda NU harus menjadi istimewa, menjadi pemimpin bagi bangsa. Pengabdian dan kiprah Kiai Ahmad Bagdja melintas batas, dari gerakan anak muda, pengaderan, hingga pengabdian untuk bangsa dan negara.
"Pesantren, NU, dan Indonesia kehilangan sosok pejuang, pengader, dan negarawan sejati," pungkasnya.
(Awaludin)