Polisi Tangkap Perekrut 142 Pekerja Ilegal yang Akan Diberangkatkan ke Malaysia

, Jurnalis
Rabu 12 Februari 2020 16:49 WIB
Polda Kepri ringkus pelaku perekrutan calon tenaga kerja ilegal (Foto: Sindonews)
Share :

BATAM - Tim gabungan Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dan Satreskrim Polresta Barelang membekuk tiga perekrut 142 tenaga kerja ilegal. Calon tenaga kerja itu diberangkatkan secara ilegal oleh pelaku ke negeri jiran Malaysia.

Wadirkrimum Polda Kepulauan Riau (Kepri), AKBP Ruslan Abdul Rasyid berujar bahwa terbongkarnya kasus ini bermula dari informasi masyarakat.

"Setelah mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya penampungan di Komplek Prima Sejati Batam Center, pada Minggu 9 Februari 2020 sekira pukul 21.00 WIB, dari informasi tersebut kita segera dilakukan penyelidikan," kata Ruslan, dikutip dari laman Sindonews, Rabu (12/2/2020).

Ke-142 orang itu rinciannya yakni 75 orang laki-laki dan 67 perempuan. Mereka rencananya akan dipekerjakan di Malaysia sebagai pekerja ilegal. "Jadi kita amankan tiga orang tersangka yakni ND, YD, dan AG, sedangkan BS masih DPO, dimana BS ini merupakan otak dari tindak pidana ini," bebernya.

Sedangkan modus operandi yang dilakukan ialah tersangka mengurus keberangkatan berikut paspor calon pekerja. Selanjutnya, para calon pekerja ilegal itu ditempatkan di sebuah rumah penampungan.

"Dari hasil merekrut tenaga kerja ilegal tersebut, mereka memperoleh keuntungan, sekitar Rp5 juta sampai Rp10 juta per orang dan para korban ini tidak mengetahui jika mereka di rekrut secara ilegal," paparnya.

Berbagai barang bukti disita polisi di antaranya tujuh buah paspor, serta beberapa lembar boarding pass milik korban calon tenaga kerja ilegal.

"Para tersangka ini dijerat dengan Pasal 81 Undang-undang Nomor 18 tahun 2017, dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara dan denda Rp15 juta," tandasnya.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya