“Data laporan yang masuk dari masjid dan musala tersebut, pengurus yang ada di 1.732 masjid dan musala/langgar atau 62,4% masih melaksanakan salat tarawih secara berjamaah. Data itu terus berubah dan mestinya menurun karena adanya pendekatan penyuluh agama kepada para takmir masjid dan musala. Upaya ini sesuai dengan imbauan Kementerian Agama untuk pencegahan persebaran virus corona,” ujar Ulin.
Tarawih Dihentikan
Ulin menjelaskan, ada 162 penyuluh keagamaan yang menyebar di 20 kecamatan di Sragen. Setiap kecamatan ada delapan penyuluh agama non-pegawai negeri sipil (PNS) plus satu penyuluh agama PNS.
Menurutnya, ketika penyuluh agama persuasif menyampaikan imbauan kepada masjid/musala yang masih menggelar tarawih berjamaah, ada beberapa pengurus takmir yang menerima. Kemudian mereka menghentikan salah tarawih berjamaah.