SRAGEN – Pengurus di 1.732 masjid dan musala di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, tetap menggelar ibadah sholat tarawih berjamaah hingga Senin (27/4/2020) di tengah pandemi corona. Padahal, pemerintah sudah mengeluarkan imbauan agar masyarakat menjalankan ibadah Ramadhan dari rumah, termasuk salat tarawih.
Jumlah masjid atau musala yang nekat menggelar tarawih berjamaah itu mencapai lebih dari 60% dari total 2.776 di Sragen.
Kementerian Agama (Kemenag) Sragen meminta tarawih berjamaah tersebut dihentikan. Sebanyak 162 penyuluh agama dikerahkan untuk melakukan pendekatan persuasif kepada takmir masjid dan musala supaya menjalankan sholat tarawih berjamaah di rumah masing-masing.
Hal itu seperti diungkapkan Koordinator Posko Siaga Covid-19 Kantor Kemenag Kabupaten Sragen, Ahmad Ulin Nur Hafsun, saat berbincang dengan Solopos.com di Kantor Kemenag Sragen, Senin (27/4/2020).
Ulin, sapaan akrabnya, menyampaikan jumlah masjid di Sragen sebanyak 1.806 unit dan musala atau langgar sebanyak 970 unit. Penyuluh agama mendata sekaligus melakukan pendekatan persuasif sejak tarawih berjamaah dilaksanakan, Kamis (23/4/2020) malam, sampai sekarang.
“Data laporan yang masuk dari masjid dan musala tersebut, pengurus yang ada di 1.732 masjid dan musala/langgar atau 62,4% masih melaksanakan salat tarawih secara berjamaah. Data itu terus berubah dan mestinya menurun karena adanya pendekatan penyuluh agama kepada para takmir masjid dan musala. Upaya ini sesuai dengan imbauan Kementerian Agama untuk pencegahan persebaran virus corona,” ujar Ulin.
Tarawih Dihentikan
Ulin menjelaskan, ada 162 penyuluh keagamaan yang menyebar di 20 kecamatan di Sragen. Setiap kecamatan ada delapan penyuluh agama non-pegawai negeri sipil (PNS) plus satu penyuluh agama PNS.
Menurutnya, ketika penyuluh agama persuasif menyampaikan imbauan kepada masjid/musala yang masih menggelar tarawih berjamaah, ada beberapa pengurus takmir yang menerima. Kemudian mereka menghentikan salah tarawih berjamaah.
Baca Juga : UEA Kirim Bantuan 20 Ton Perlengkapan Medis Covid-19 untuk Indonesia
“Seperti Masjid Kauman awalnya melaksanakan salat tarawih berjamaah sekarang sudah tidak mengadakan lagi. Kemudian dapat laporan di Tanon, ada 13 masjid yang awalnya mengelar salat tarawih berjamaah kemudian bersepakat mengalihkan salat tarawih berjamaah di rumah masing-masing. Jadi masjid betul-betul tutup, tetapi menghidupkan masjid dengan azan tetap jalan. Yang salat bareng ya hanya imam, muazin, dan tukang bersih-bersih masjid,” kata Ulin.
Baca Juga : Covid-19 Diprediksi Berakhir Juli, Ini Tanggapan Pakar Kesehatan
(Erha Aprili Ramadhoni)