Gempa Buru Selatan Tak Berpotensi Tsunami, Begini Analisis BMKG

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis
Selasa 09 Juni 2020 14:37 WIB
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share :

JAKARTA - Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyampaikan gempa bumi Magnitudo 5,8 yang mengguncang Kabupaten Buru Selatan, Maluku merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal. Hal tersebut diketahui setelah melihat lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser atau strike slip,” ujar Rahmat dalam siaran pers BMKG, yang disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Raditya Jati, Selasa (9/6/2020).

Hingga pukul 12.23 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Buru Selatan, Warga Panik Keluar Rumah

BMKG merilis parameter gempa terjadi sekitar pukul 11.56 WIB. Gempa dengan magnitudo 5,8 tersebut terjadi di kedalaman 20 km. Lokasi gempa yang berada laut ini berjarak 68 km ke arah selatan Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku.

Gempa dipastikan tidak berpotensi tsunami. Berdasarkan peta guncangan, BMKG mencatat guncangan gempa yang diukur dengan satuan Modified Mercalli intensity (MMI) sebagai berikut Namrole III-IV MMI, Piru III MMI, Namlea II-III MMI dan Ambon II MMI.

Skala III MMI memberikan gambaran guncangan atau getaran yang dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Sedangkan IV MMI, skala ini menjelaskan getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya