DEMAK - Sejumlah petugas pemadam kebakaran harus sesak napas setelah berjibaku melawan api di pabrik elektronik PT. Hartono Istana Teknologi (HIT) di Jalan Raya Pantura Semarang - Demak KM 08 Jawa Tengah. Mereka pun dilarikan ke layanan kesehatan guna mendapatkan perawatan medis.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Demak, Agus Nugroho memastikan petugas pemadam kebakaran yang sesak napas telah mendapatkan perawatan terbaik. Selain petugas pemadam kebakaran juga terdapat karyawan PT. HIT yang menjadi korban.
Baca juga: Ledakan Keras Awali Kebakaran di Pabrik Polytron
"Dua korban petugas damkar dengan saturasi oksigen di bawah 60, ada 2 ke RSI Sultan Agung Semarang " kata Agus, Selasa (1/9/2020).
"Satu orang ke Puskesmas Sayung. Kondisi sudah baik," imbuh dia.
Baca juga: Bijih Plastik dan Angin Kencang Hambat Pemadaman Api di Pabrik Polytron
Berikut tujuh korban termasuk petugas pemadam kebakaran yang membutuhkan perawatan medis:
1. Ali Mustofa (28)
Alamat : Salatiga
Pekerjaan : Karyawan Polytron
Keluhan : Sesak napas
Tindakan : Pemberian oksigen
2. Dimas (25)
Alamat : Semarang
Pekerjaan : Damkar Semarang
Keluhan : Sesak napas
Tindakan : Pemberian oksigen
3. Nurhidayatna (27)
Alamat : Karangroto
Pekerjaan : Karyawan Polytron
Tindakan : Hackting jari tangan kanan
4. Dani (30)
Alamat : Genuk semarang
Keluhan : Sesak napas
Pekerjaan : Damkar Semarang
Tindakan : Pemberian oksigen
5. Andi (37)
Alamat : Kudus
Keluhan : Luka pada tangan kiri
Tindakan :
- Membersihkan luka
- Balut luka
- Pemberian obat antinyeri (antibiotik)
6. Tyo (27)
Alamat : Tambakrejo Semarang
Keluhan : Sesak napas
Tindakan : Pemberian oksigen
7. Angger (25)
Alamat : Cilosari Semarang
Keluhan : Sesak napas
Tindakan : Pemberian oksigen
(Awaludin)