Pilkada Butuh Partisipasi, Pandemi Covid-19 Menuntut Absensi

Fahreza Rizky, Jurnalis
Minggu 27 September 2020 15:08 WIB
Ilustrasi. Foto: Okezone
Share :

"Kebetulan datanya sama dengan hasil survei yang kami lakukan, ada di Juli 65 persen warga secara nasional berharap penundaan pemilu. Saya menduga angkanya akan meningkat lebih tajam kalau kita lakukan survei di hari terakhir seiring dengan permintaan NU atau Muhammadiyah atau ormas lainnya," ucap Burhanuddin dalan webinar bertajuk "Perempuan dan Pilkada," Minggu (27/9/2020).

Burhanuddin menerangkan, meningkatnya permintaan penundaan pilkada di tengah pandemi Covid-19 harus dipahami bahwa ini akan menjadi sumber golput. Dengan demikian ancaman pilkada tahun ini adalah meningkatnya angka golput tersebut.

Baca Juga: Kampanye Perdana di Semarang & Solo: Hendrar Jadi Wali Nikah, Gibran Blusukan Online 

"Tetapi buat saya kalau keputusan politik diambil dengan asumsi makin meningkat permintaan penundaan terutama dari warga yang akan menghadapi pilkada di tahun ini, itulah sumber golput terbesar kita. Jadi ancaman pilkada di 270 wilayah di tengah bencana ini adalah meningkatnya golput. Jadi 65 persen di bulan Juli yang minta penundaan adalah sumber golput terbesar," imbuhnya.

(Abu Sahma Pane)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya