JAKARTA - Gubernur Lemhanas Letjen (Purn) Agus Widjojo menyatakan kunjungan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto ke Amerika Serikat (AS) untuk bertemu Menhan AS, Mark Esper bukan hal yang baru. Dia meminta semua pihak tak perlu merasa terkejut.
Hal itu dikatakan Agus menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri 'Jakarta Geopolitical Forum IV' di Gedung MNC Tower, Jakarta, Rabu (21/10/2020). Agus percaya, misi yang dibawa Prabowo mewakili pemerintah Indonesia sebagai bagian hubungan diplomasi antar bangsa-bangsa di dunia.
BACA JUGA: Gubernur Lemhannas: Perlu Upaya Terpadu Berbagai Negara untuk Hadapi Tantangan Covid-19
"Masing-masing negara, masing-masing bangsa punya kepentingan nasional. Dan memang hubungan internasional pada hakikatnya sebenarnya pertemuan dari berbagai bangsa-bangsa itu. Jadi ya kita jangan terkejut," kata Agus.
Namun begitu, Agus mengingatkan bahwa tidak ada sebuah bangsa yang baik hati untuk membantu bangsa lain tanpa kita melihat kepentingan negara itu, dalam hal ini AS. Untuk itu, Agus meminta agar kita 'adu waspada dan adu kuat' dalam menyusun diplomasi.
BACA JUGA: Lemhannas: Covid-19 Pengaruhi Lanskap Geopolitik di Dunia
"Dan kalau kita lihat dari dalam diri kita sendiri Pak Prabowo ke sana kan juga tidak diundang sebagai Pak Prabowo sendiri kan, tapi (sebagai) menteri pertahanan. Maka pasti juga dalam benak Pak Prabowo sudah membawa portofilio bidang pertahanan dari kebijakan nasional, dan pasti juga ada arahan-arahan yang diberikan oleh bapak Presiden Jokowi kepada Pak Prabowo," ujarnya.
Agus mengatakan, dirinya juga tidak tahu persis apa yang dibicarakan dan diputuskan dalam pertemuan itu. Yang pasti, dalam pertemuan itu AS memiliki kepentingan yang akan 'digolkan' untuk kepentingan nasional mereka. Sebaliknya, Indonesia juga memiliki kepentingan nasional yang sama.