Oleh karena itu, pihaknya memang agak kesulitan dalam melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut, karena mereka memang tidak teroganisir walaupun bergerak berkelompok.
“Biasanya mereka mengumumkan lewat media sosial, kalau akan melakukan aksinya, salah satunya di akun Instagram,” tukasnya.
Dia berharap, massa yang berunjuk rasa juga bisa mengenali mana kawan dan mana penyusup yang akan membuat kericuhan.
“Karena motif kelompok ini adalah berbaur dengan massa aksi, setelah menyulut keributan mereka langsung menghilang,” pungkasnya.
Dia menegaskan, pihaknya akan menindak tegas para perusuh yang memanfaatkan situasi tersebut.
(Awaludin)