Beberapa Kicauan Disensor, Donald Trump Marah-Marah ke Twitter

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Jum'at 06 November 2020 17:55 WIB
Presiden AS Donald Trump usai memberikan keterangan (Foto: Reuters/Carlos Barria)
Share :

Dalam undang-undang tersebut, penyedia internet seperti Twitter dan Facebook, dibebaskan dari kewajiban mempertanggungjawabkan konten yang diunggah oleh pengguna. Namun, kebijakan sensor dari Twitter dan platform sejenisnya acap dikeluhkan karena dianggap bias.

Seperti diketahui, penghitungan suara Pilpres AS 2020 masih berlanjut. Ada empat negara bagian yang masih melakukan penghitungan, yakni Georgia, Pennsylvania, Arizona, dan Nevada. Keempat negara bagian itu kini menjadi sorotan karena dianggap menentukan.

Untuk sementara, Joe Biden masih memimpin dengan 253 suara elektoral, sedangkan Donald Trump meraup 214. Keduanya kini tinggal menanti hasil penghitungan suara di empat medan pertarungan tersisa.

Lambannya penghitungan suara membuat sebagian pihak merasa tidak puas. Demi menenangkan pendukungnya, Joe Biden mengimbau agar semua pihak bersabar menanti hasil penghitungan. Menurutnya, hal itu wajar karena semua surat suara wajib dihitung dengan benar.

Donald Trump saat ini unggul tipis di Georgia yang menyediakan 16 suara elektoral dan Pennsyilvania yang menyumbang 20 suara. Sementara itu, Joe Biden unggul di Arizona (11 suara) dan Nevada (enam). Keempat negara bagian itu menjadi medan pertempuran yang krusial.

Di tengah penghitungan suara yang masih berlangsung, seruan muncul dari calon petahana sekaligus Partai Republik Donald Trump. Ia menuntut agar penghitungan suara dihentikan karena ada dugaan kecurangan. Sedangkan Partai Republik bersiap menggugat secara hukum atas tuduhan penyimpangan tabulasi surat suara.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya