Untuk sementara, Joe Biden masih memimpin dengan 253 suara elektoral, sedangkan Donald Trump meraup 214. Keduanya kini tinggal menanti hasil penghitungan suara di empat medan pertarungan tersisa.
Lamanya penghitungan suara membuat sebagian pihak merasa tidak puas. Demi menenangkan pendukungnya, Joe Biden mengimbau agar semua pihak bersabar menanti hasil penghitungan. Menurutnya, hal itu wajar karena semua surat suara wajib dihitung dengan benar.
Donald Trump saat ini unggul tipis di Georgia yang menyediakan 16 suara elektoral dan Pennsyilvania yang menyumbang 20 suara. Sementara itu, Joe Biden unggul di Arizona (11 suara) dan Nevada (enam). Keempat negara bagian itu menjadi medan pertempuran yang krusial.
Di tengah penghitungan suara yang masih berlangsung, seruan muncul dari calon petahana sekaligus Partai Republik Donald Trump. Ia menuntut agar penghitungan suara dihentikan karena ada dugaan kecurangan. Sedangkan Partai Republik bersiap menggugat secara hukum atas tuduhan penyimpangan tabulasi surat suara.
(Rahman Asmardika)