Pengadilan Irak Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Trump

Agregasi VOA, Jurnalis
Jum'at 08 Januari 2021 16:08 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Reuters)
Share :

BAGHDAD - Pengadilan Irak pada Kamis(7/1/2021) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan segera mengakhiri masa jabatannya. Perintah penangkapan itu sehubungan dengan pembunuhan seorang jenderal Iran dan seorang pemimpin milisi Irak yang berpengaruh tahun lalu.

Surat perintah itu dikeluarkan oleh seorang hakim di pengadilan investigasi Baghdad yang ditugaskan untuk menyelidiki serangan pesawat tak berawak yang dilancarkan Washington dan menewaskan Jenderal Qassim Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis. Mereka dibunuh di luar bandara Ibu Kota Baghdad pada Januari tahun lalu.

BACA JUGA: Iran Minta Interpol Terbitkan 'Red Notice' untuk Tangkap Trump dan 47 Pejabat AS

Al-Muhandis adalah wakil pemimpin Pasukan Mobilisasi Rakyat (PMF), kelompok payung yang terdiri dari berbagai milisi, termasuk kelompok-kelompok yang didukung Iran, yang dibentuk untuk memerangi ISIS. Soleimani memimpin pasukan ekspedisi Quds dari Korps Garda Revolusi Iran.

Surat perintah penangkapan itu dikeluarkan untuk tuduhan pembunuhan berencana, yang bisa dikenai hukuman mati jika terbukti bersalah. Penangkapan terhadap Trump sendiri tidak mungkin dilakukan, tetapi ini sekadar pernyataan simbolis pada hari-hari terakhir masa kepresidenan Trump.

Menurut pernyataan Dewan Kehakiman Tertinggi Irak, keputusan untuk mengeluarkan surat perintah itu dibuat setelah hakim mendengarkan pernyataan penggugat dari keluarga Abu Mahdi al-Muhandis. Investigasi atas pembunuhan tersebut sedang berlangsung, kata dewan itu.

BACA JUGA: AS Tarik Tentaranya dari Tiga Pangkalan Militer di Irak

Pembunuhan itu memicu krisis diplomatik dan ketegangan hubungan AS-Irak, dan memicu kemarahan anggota parlemen politik Syiah yang mengeluarkan resolusi tidak mengikat untuk menekan pemerintah agar mengusir pasukan asing dari negara itu.

Kelompok-kelompok yang didukung Iran sejak itu meningkatkan serangan terhadap kepentingan-kepentingan Amerika di Irak, sehingga memunculkan ancaman dari Washington untuk menutup misi diplomatiknya di Baghdad.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya