Ia menyadari, pandemi ini adalah masa yang amat sulit bagi dunia penerbangan. Karena dari sisi bisnis, dunia penerbangan amat merasakan dampaknya. "Kendati demikian, keselamatan penumpang adalah segala-galanya," tuturnya.
Dalam kasus jatuhnya pesawat Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu, Rifqi mengaku kaget dan merasakan duka mendalam atas peristiwa ini. "Ada beberapa sahabat karib saya dan istri yang menjadi penumpang SJ-182. Kaget, sekaligus amat bersedih dan kehilangan atas musibah ini," tandasnya.
(Fahmi Firdaus )