JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geosifisika (BMKG) telah mengeluarkan prakiraan cuaca berbasis dampak (IBF) untuk dampak banjir atau banjir bandang di Jakarta dalam 2 hari ini, yakni 28 - 29 Januari 2021. Seluruh saluran terus dikeruk untuk mengantisipasi hal tersebut.
Hal itu terlihat dari sejumlah laporan kegiatan yang tercatat di media sosial Twitter resmi milik Dinas Sumber Daya Air dengan akun @DinasSDAJakarta.
Sejak pukul 07.00 WIB, Satuan Tugas (Satgas) atau pasukan biru milik Dinas Sumber Daya Air ataupun Suku Dinas di masing masing wilayah langsung bekerja mengeruk saluran dan memastikan agar saling terhubung.
"Kegiatan Satgas SDA Kec Pesanggrahan pengurasan saluran di Jl H Munctar Raya Kel Petukangan," tulis laporan yang dilengkapi kegiatan Satgas, yang dikutip Kamis (28/1/2021).
"Kegiatan Satgas SDA Kec Cilandak pengurasan saluran di Jl Petanian Raya Kel Lb Bulus," sambungnya.
"Kegiatan Satgas SDA Kec Kby Baru pengerukan Kali Krukut segmen Jl Wijaya Timut Raya Kel Petogogan," lanjut laporan itu dan diikuti dengan laporan kegiatan pengerukan saluran lain di semua wilayah lengkap dengan foto kegiatannya.
Baca Juga : BPBD DKI Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Juainj Yusuf mengatakan, sebelum adanya informasi dari BMKG untuk cuaca siaga beberapa hari ke depan, pihaknya sudah melakukan pengerukan. Namun, saat ini terus diintensifkan baik saluran mikro, makro ataupun kali. Termasuk waduk-waduk yang ada. Sebanyak 7.889 personel pun dikerahkan,dengan dilengkapi alat berat 260 unit dan dump truck 461 unit.
"Seluruh petugas dan alat berat kita kerahkan untuk mengeruk seluruh saluran air dan waduk agar daya tampung air semakin maksimal," kata Juaini melalui pesan singkatnya, Kamis (28/1/2021)
Selain melakukan pengerukan, Juaini juga menyebut bahwa ada 3000 petugas SDA yang disiapkan untuk mengantisipasi genangan itu harus memastikan semua mulut dan tali air di seluruh jalan tidak tersumbat. Sebab, salah satu penyebab genangan diokasi rawan genangan yaitu tersumbatnya mulut dan tali air.
"Petugas harus siap ketika langit sudah mulai mendung atau petanda lainya akan turun hujan. Khususnya di jalan strategis yang menjadi fokus penanganan seperti di kawasan pemerintahan, perbelanjaan, perbisnisan dan sebagainya. Kita tidak mau genangan itu mengganggu perekonomian dan pemerintahan," tegasnya.
Baca Juga : BNPB: 227 Bencana Terjadi Sepanjang Januari 2021
Upaya lainnya, kata Juaini, yaitu mempersiapkan beragam teknologi mutakhir, antara lain pompa mobile sejumlah 133 unit dengan kapasitas 28,512 m3/dt, pompa stationer sejumlah 457 unit di 165 lokasi dengan kapasitas 489,01 m3/dt, pintu air 231 unit, excavator amphibi untuk pengerukan waduk, combi jetting yang digunakan untuk penyedotan lumpur saluran drainase, AWLR (Automatic Water Level Recorder) di 21 lokasi, serta CCTV Online sejumlah 103 unit.
(Erha Aprili Ramadhoni)