Bang Puase dan Samiun lalu membuang mayat Nyai Dasima di kali Ciliwung,
Namun tak ada kejahatan yang sempurna, ternyata ada beberapa saksi mata. Si Kuntum yang berjalan bersama Bang Puase diancam akan dibunuh bila membuka rahasia kematian Nyai Dasima.
Di seberang kali, dibalik rerimbunan pohon, ada penduduk lokal Musanip dan Ganip yang sedang memancing, mereka juga menyaksikan peristiwa itu. Keduanya ketakutan, bersembunyi agar tidak diketahui oleh Bang Puase.
Isteri Musanip yang rumahnya berdekatan dengan peristiwa itu terjadi, sempat mendengar jeritan Nyai Dasima, dan mengintip melalui celah dinding bambu rumahnya, juga ikut ketakutan jika diketahui oleh Bang Puase. Mereka yang jadi saksi mata ketika kasus pembunuhan itu diusut pemerintah Hindia Belanda.
(Khafid Mardiyansyah)