Varian Baru Covid-19 Ditemukan Lagi di Inggris, 38 Kasus Terdeteksi

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Rabu 17 Februari 2021 15:13 WIB
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Share :

LONDON - Para ilmuwan telah mengidentifikasi varian baru virus corona di Inggris dengan beberapa mutasi yang berpotensi mengganggu. Varian yang dikenal sebagai B.1.525 itu tampak serupa dengan yang ditemukan di Afrika Selatan, sehingga mendorong pengujian dari pintu ke pintu di daerah virus itu ditemukan.

Para peneliti dari Universitas Edinburgh sejauh ini telah menemukan 38 kasus varian baru ini - dua di Wales dan 36 di Inggris - dalam sampel yang dikumpulkan sejak Desember lalu. Varian ini juga telah terlihat di negara lain, termasuk Denmark, Nigeria, dan Amerika Serikat (AS).

BACA JUGA: Pengadilan Perintahkan Jam Malam Covid-19 di Belanda Dicabut

Sejumlah ilmuwan di Inggris kini tengah mempelajari varian itu untuk memahami potensi risiko yang ditimbulkan. Namun, terlalu dini untuk memasukkan mutasi itu ke daftar "varian yang menjadi perhatian" Inggris dan apakah sebaiknya pengujian massal harus dilakukan.

Sehingga untuk saat ini, statusnya adalah "varian yang sedang diselidiki".

Prof Ravi Gupta, dari Universitas Cambridge, adalah salah satu ilmuwan yang memberi masukan kepada pemerintah tentang ancaman virus baru dan yang sedang berkembang.

Menurutnya, B.1.525 tampaknya memiliki "mutasi signifikan" yang sudah terlihat pada beberapa varian baru lainnya.

"(Fakta) itu kurang lebh memberi jaminan karena kita bisa memprediksi kemungkinan efeknya," ujarnya sebagaimana dilansir BBC.

BACA JUGA: Yuk Disimak, 15 Syarat Penerima Vaksinasi Covid-19

Prof Yvonne Doyle dari Kesehatan Publik Inggris (PHE) mengatakan: "PHE memantau data tentang varian yang muncul ini secara sangat dekat dan kami melakukan intervensi kesehatan masyarakat yang diperlukan seperti pengujian ekstra dan peningkatan pelacakan kontak.

"Saat ini tidak ada bukti bahwa rangkaian mutasi ini menyebabkan penyakit yang lebih parah atau peningkatan penularan."

'Tetap mengawasi'

Salah satu perubahan yang dihasilkan B.1.525 ini adalah mutasi yang disebut E484K - juga ditemukan di varian Brasil dan Afrika Selatan - yang dapat membantu virus menghindari beberapa sistem pertahanan kekebalan tubuh.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya